Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Bank IBK Indonesia TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank IBK Indonesia Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Bank IBK Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp62 (kapitalisasi pasar 2,89 T, volume 24 jam 1,59 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp62 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 21,12 jt). Perbedaan utamanya: Bank IBK Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (21,12 jt vs 1,59 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGRSSQMI
Kapitalisasi Pasar
2,89 T978,87 M
Volume
1,59 jt21,12 jt
Lot
15,95 rb211,22 rb
Perputaran
97,34 jt1,32 M
Harga Rata-rata
61,0562,72
Nilai Transaksi
97,34 jt1,32 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
6262
Volume Ekuilibrium Indikatif
541,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGRS
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Bank IBK Indonesia Tbk

PT Bank Agris Tbk (formerly PT Bank Finconesia) (the Bank) was established on November 13, 1973. The Deed of establishment was approved by the Ministry of Justice on April 4, 1974 and published in Supplement No. 201 of the State Gazette of Republic Indonesia No. 41 dated May 21, 1974.

Selengkapnya di halaman AGRS

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI