Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Bank IBK Indonesia Tbk
Summarecon Agung Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank IBK Indonesia Tbk dan Summarecon Agung Tbk.: Bank IBK Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp60 (kapitalisasi pasar 2,89 T, volume 24 jam 2,61 jt), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp280 (kapitalisasi pasar 4,79 T, volume 24 jam 18,14 jt). Perbedaan utamanya: Summarecon Agung Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Summarecon Agung Tbk. lebih aktif diperdagangkan (18,14 jt vs 2,61 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGRSSMRA
Kapitalisasi Pasar
2,89 T4,79 T
Volume
2,61 jt18,14 jt
Lot
26,06 rb181,36 rb
Perputaran
154,84 jt5,12 M
Harga Rata-rata
59,42282,32
Nilai Transaksi
154,84 jt5,12 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
60280
Volume Ekuilibrium Indikatif
20809

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGRS
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Bank IBK Indonesia Tbk

PT Bank Agris Tbk (formerly PT Bank Finconesia) (the Bank) was established on November 13, 1973. The Deed of establishment was approved by the Ministry of Justice on April 4, 1974 and published in Supplement No. 201 of the State Gazette of Republic Indonesia No. 41 dated May 21, 1974.

Selengkapnya di halaman AGRS

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA