Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) vs Griptha Putra Persada Tbk. (GRPH)

Bank IBK Indonesia Tbk
Griptha Putra Persada Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank IBK Indonesia Tbk dan Griptha Putra Persada Tbk.: Bank IBK Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp60 (kapitalisasi pasar 2,89 T, volume 24 jam 2,61 jt), sedangkan Griptha Putra Persada Tbk. diperdagangkan di Rp59 (kapitalisasi pasar 60 M, volume 24 jam 2,55 jt). Perbedaan utamanya: Bank IBK Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 48,2× kapitalisasi pasar Griptha Putra Persada Tbk., dan Bank IBK Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (2,61 jt vs 2,55 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGRSGRPH
Kapitalisasi Pasar
2,89 T60 M
Volume
2,61 jt2,55 jt
Lot
26,06 rb25,5 rb
Perputaran
154,84 jt150,98 jt
Harga Rata-rata
59,4259,21
Nilai Transaksi
154,84 jt150,98 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
6059
Volume Ekuilibrium Indikatif
209

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGRS
Lihat detail
GRPH
Lihat detail

Tentang Bank IBK Indonesia Tbk

PT Bank Agris Tbk (formerly PT Bank Finconesia) (the Bank) was established on November 13, 1973. The Deed of establishment was approved by the Ministry of Justice on April 4, 1974 and published in Supplement No. 201 of the State Gazette of Republic Indonesia No. 41 dated May 21, 1974.

Selengkapnya di halaman AGRS

Tentang Griptha Putra Persada Tbk.

PT Griptha Putra Persada Tbk (the Company), was established based on Notarial Deed No. 26 dated April 14, 2010 of Drs. Ika Slamet Riyono, S.H., notary in Kudus. The Company started its commercial operation in July 1, 2015. The Company’s immediate parent company is PT Mulia Jaya Palma and the ultimate controlling shareholder of the Company is Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng.

Selengkapnya di halaman GRPH