Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) vs Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP)

Bank IBK Indonesia Tbk
Asuransi Harta Aman Pratama Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank IBK Indonesia Tbk dan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk: Bank IBK Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp60 (kapitalisasi pasar 2,89 T, volume 24 jam 2,61 jt), sedangkan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk diperdagangkan di Rp91 (kapitalisasi pasar 455,7 M, volume 24 jam 13,89 jt). Perbedaan utamanya: Bank IBK Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 6,3× kapitalisasi pasar Asuransi Harta Aman Pratama Tbk, dan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk lebih aktif diperdagangkan (13,89 jt vs 2,61 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGRSAHAP
Kapitalisasi Pasar
2,89 T455,7 M
Volume
2,61 jt13,89 jt
Lot
26,06 rb138,93 rb
Perputaran
154,84 jt1,27 M
Harga Rata-rata
59,4291,55
Nilai Transaksi
154,84 jt1,27 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
6091
Volume Ekuilibrium Indikatif
201,25 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGRS
Lihat detail
AHAP
Lihat detail

Tentang Bank IBK Indonesia Tbk

PT Bank Agris Tbk (formerly PT Bank Finconesia) (the Bank) was established on November 13, 1973. The Deed of establishment was approved by the Ministry of Justice on April 4, 1974 and published in Supplement No. 201 of the State Gazette of Republic Indonesia No. 41 dated May 21, 1974.

Selengkapnya di halaman AGRS

Tentang Asuransi Harta Aman Pratama Tbk

PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk was established on May 28, 1982 and was approved by the Minister of Justice under decree No. C2-1325.HT.01.01.tH.82 dated September 21, 1982. Then on February 11, 1983 the Company was approved by the Ministry of Finance of The Republic of Indonesia No. 633/MD/1983. The Company’s founders sold their share of stock to local and foreign investors and now its ownership of the stocks spread almost equally to a lot of people and the biggest shareholders is 12%; thus, there are no single majority shareholders in the Company.

Selengkapnya di halaman AHAP