Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Bank Raya Indonesia TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Raya Indonesia Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Bank Raya Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp148 (kapitalisasi pasar 3,67 T, volume 24 jam 2,07 jt), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.550 (kapitalisasi pasar 14,41 T, volume 24 jam 261,6 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar Bank Raya Indonesia Tbk, dan Bank Raya Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (2,07 jt vs 261,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGRORLCO
Kapitalisasi Pasar
3,67 T14,41 T
Volume
2,07 jt261,6 rb
Lot
20,68 rb2,62 rb
Perputaran
306,4 jt1,19 M
Harga Rata-rata
148,154.553,49
Nilai Transaksi
306,4 jt1,19 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1504.600
Volume Ekuilibrium Indikatif
58 rb100

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGRO
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Bank Raya Indonesia Tbk

PT Bank Agroniaga Tbk (the Bank) was established by notarial deed No. 27 of notary Raden Soekarsono, S.H., dated September 27, 1989. In 2012, PT Bank Agroniaga Tbk changed its name to PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk ( BRI Agro). PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk changed its name to PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) based on Deed of Decision Meeting Statement No.24 dated September 27, 2021, in the presence of M.Nova Faisal, SH., M.Kn. a Notary.

Selengkapnya di halaman AGRO

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO