Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) vs Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA)

Bank Raya Indonesia TbkTrading
Maharaksa Biru Energi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Raya Indonesia Tbk dan Maharaksa Biru Energi Tbk.: Bank Raya Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp148 (kapitalisasi pasar 3,67 T, volume 24 jam 3,35 jt), sedangkan Maharaksa Biru Energi Tbk. diperdagangkan di Rp316 (kapitalisasi pasar 2,06 T, volume 24 jam 21,08 jt). Perbedaan utamanya: Bank Raya Indonesia Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Maharaksa Biru Energi Tbk. lebih aktif diperdagangkan (21,08 jt vs 3,35 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGROOASA
Kapitalisasi Pasar
3,67 T2,06 T
Volume
3,35 jt21,08 jt
Lot
33,53 rb210,76 rb
Perputaran
495,89 jt6,69 M
Harga Rata-rata
147,9317,32
Nilai Transaksi
495,89 jt6,69 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
148316
Volume Ekuilibrium Indikatif
43,21 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGRO
Lihat detail
OASA
Lihat detail

Tentang Bank Raya Indonesia Tbk

PT Bank Agroniaga Tbk (the Bank) was established by notarial deed No. 27 of notary Raden Soekarsono, S.H., dated September 27, 1989. In 2012, PT Bank Agroniaga Tbk changed its name to PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk ( BRI Agro). PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk changed its name to PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) based on Deed of Decision Meeting Statement No.24 dated September 27, 2021, in the presence of M.Nova Faisal, SH., M.Kn. a Notary.

Selengkapnya di halaman AGRO

Tentang Maharaksa Biru Energi Tbk.

PT. Protech Mitra Perkasa Tbk (the Company) was established on April 20, 2006 based on the Notarial Deed No. 72 of Mellyani Noor Shandra S.H. The Company is starting as general trading and contracting company, the company continue to grow and build a solid reputation within the telecommucication industry. Complementing its trade and construction business, in 2013, the Company extends its services by providing managed services for Telco Towers through its full subsidiary, Telesys Indonesia.

Selengkapnya di halaman OASA