Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) vs Intiland Development Tbk. (DILD)

Bank Raya Indonesia Tbk
Intiland Development Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Raya Indonesia Tbk dan Intiland Development Tbk.: Bank Raya Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp144 (kapitalisasi pasar 3,5 T, volume 24 jam 6,98 jt), sedangkan Intiland Development Tbk. diperdagangkan di Rp113 (kapitalisasi pasar 1,24 T, volume 24 jam 22,69 jt). Perbedaan utamanya: Bank Raya Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Intiland Development Tbk., dan Intiland Development Tbk. lebih aktif diperdagangkan (22,69 jt vs 6,98 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGRODILD
Kapitalisasi Pasar
3,5 T1,24 T
Volume
6,98 jt22,69 jt
Lot
69,76 rb226,88 rb
Perputaran
1,02 M2,59 M
Harga Rata-rata
145,92114
Nilai Transaksi
1,02 M2,59 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
144113
Volume Ekuilibrium Indikatif
6801,17 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGRO
Lihat detail
DILD
Lihat detail

Tentang Bank Raya Indonesia Tbk

PT Bank Agroniaga Tbk (the Bank) was established by notarial deed No. 27 of notary Raden Soekarsono, S.H., dated September 27, 1989. In 2012, PT Bank Agroniaga Tbk changed its name to PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk ( BRI Agro). PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk changed its name to PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) based on Deed of Decision Meeting Statement No.24 dated September 27, 2021, in the presence of M.Nova Faisal, SH., M.Kn. a Notary.

Selengkapnya di halaman AGRO

Tentang Intiland Development Tbk.

PT Intiland Development Tbk formerly Dharmala Intiland, controlled by the Gondokusumo family, was established in 1983 as the property arm of the Dharmala Group. The company is basically a real estate developer with its principal asset being the 240-hectare Grande Family Estate in Surabaya.

Selengkapnya di halaman DILD