Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) vs Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP)

Bank Raya Indonesia Tbk
Asuransi Harta Aman Pratama Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Raya Indonesia Tbk dan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk: Bank Raya Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp144 (kapitalisasi pasar 3,5 T, volume 24 jam 6,98 jt), sedangkan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk diperdagangkan di Rp91 (kapitalisasi pasar 455,7 M, volume 24 jam 13,89 jt). Perbedaan utamanya: Bank Raya Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 7,7× kapitalisasi pasar Asuransi Harta Aman Pratama Tbk, dan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk lebih aktif diperdagangkan (13,89 jt vs 6,98 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGROAHAP
Kapitalisasi Pasar
3,5 T455,7 M
Volume
6,98 jt13,89 jt
Lot
69,76 rb138,93 rb
Perputaran
1,02 M1,27 M
Harga Rata-rata
145,9291,55
Nilai Transaksi
1,02 M1,27 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
14491
Volume Ekuilibrium Indikatif
6801,25 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGRO
Lihat detail
AHAP
Lihat detail

Tentang Bank Raya Indonesia Tbk

PT Bank Agroniaga Tbk (the Bank) was established by notarial deed No. 27 of notary Raden Soekarsono, S.H., dated September 27, 1989. In 2012, PT Bank Agroniaga Tbk changed its name to PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk ( BRI Agro). PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk changed its name to PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) based on Deed of Decision Meeting Statement No.24 dated September 27, 2021, in the presence of M.Nova Faisal, SH., M.Kn. a Notary.

Selengkapnya di halaman AGRO

Tentang Asuransi Harta Aman Pratama Tbk

PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk was established on May 28, 1982 and was approved by the Minister of Justice under decree No. C2-1325.HT.01.01.tH.82 dated September 21, 1982. Then on February 11, 1983 the Company was approved by the Ministry of Finance of The Republic of Indonesia No. 633/MD/1983. The Company’s founders sold their share of stock to local and foreign investors and now its ownership of the stocks spread almost equally to a lot of people and the biggest shareholders is 12%; thus, there are no single majority shareholders in the Company.

Selengkapnya di halaman AHAP