Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Samator Indo Gas Tbk (AGII) vs Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP)

Samator Indo Gas TbkTrading
Gunung Raja Paksi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Samator Indo Gas Tbk dan Gunung Raja Paksi Tbk.: Samator Indo Gas Tbk diperdagangkan di Rp2.920 (kapitalisasi pasar 8,92 T, volume 24 jam 92,7 rb), sedangkan Gunung Raja Paksi Tbk. diperdagangkan di Rp302 (kapitalisasi pasar 3,68 T, volume 24 jam 218,2 rb). Perbedaan utamanya: Samator Indo Gas Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Gunung Raja Paksi Tbk., dan Gunung Raja Paksi Tbk. lebih aktif diperdagangkan (218,2 rb vs 92,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGIIGGRP
Kapitalisasi Pasar
8,92 T3,68 T
Volume
92,7 rb218,2 rb
Lot
9272,18 rb
Perputaran
269,08 jt65,68 jt
Harga Rata-rata
2.902,66301
Nilai Transaksi
269,08 jt65,68 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.920304
Volume Ekuilibrium Indikatif
152 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGII
Lihat detail
GGRP
Lihat detail

Tentang Samator Indo Gas Tbk

PT. Aneka Gas Industri Tbk (the Entity) was established based on the Notarial Deed No. 28 of Soeleman Ardjasasmita, S.H., dated September 21, 1971 in Jakarta. The Entity received permanent permit (SIUP) from Capital Investment Coordinating Board regarding the changes of the Entity's status from Foreign Capital Investment to Domestic Capital Investment in its Decision Letter No. 05/V/PMDN/2003 dated March 10, 2003.

Selengkapnya di halaman AGII

Tentang Gunung Raja Paksi Tbk.

PT. Gunung Raja Paksi Tbk (the Company) was established under the name of PT Gunung Naga Mas based on Notarial Deed No.229 of Chairani Bustami,S.H. dated August 20,1990 that was amended by Notarial Deed No.25 dated June 6,1991. The change from Foreign Capital Investment (“FCI”) to Domestic Capital Investment (“DCI”) has been approved by the Capital Investment Coordinating Board of the Republic of Indonesia in its Letter No.346/1/IP/PMDN/2016 dated December 15, 2016.

Selengkapnya di halaman GGRP