Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Samator Indo Gas Tbk (AGII) vs Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)

Samator Indo Gas Tbk
Krom Bank Indonesia Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Samator Indo Gas Tbk dan Krom Bank Indonesia Tbk: Samator Indo Gas Tbk diperdagangkan di Rp3.080 (kapitalisasi pasar 9,94 T, volume 24 jam 828,9 rb), sedangkan Krom Bank Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.710 (kapitalisasi pasar 16,77 T, volume 24 jam 1,9 rb). Perbedaan utamanya: Krom Bank Indonesia Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Samator Indo Gas Tbk lebih aktif diperdagangkan (828,9 rb vs 1,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGIIBBSI
Kapitalisasi Pasar
9,94 T16,77 T
Volume
828,9 rb1,9 rb
Lot
8,29 rb19
Perputaran
2,79 M8,93 jt
Harga Rata-rata
3.360,554.700
Nilai Transaksi
2,79 M8,93 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
3.080
Volume Ekuilibrium Indikatif
97

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGII
Lihat detail
BBSI
Lihat detail

Tentang Samator Indo Gas Tbk

PT. Aneka Gas Industri Tbk (the Entity) was established based on the Notarial Deed No. 28 of Soeleman Ardjasasmita, S.H., dated September 21, 1971 in Jakarta. The Entity received permanent permit (SIUP) from Capital Investment Coordinating Board regarding the changes of the Entity's status from Foreign Capital Investment to Domestic Capital Investment in its Decision Letter No. 05/V/PMDN/2003 dated March 10, 2003.

Selengkapnya di halaman AGII

Tentang Krom Bank Indonesia Tbk

PT BANK BISNIS INTERNASIONAL, TBK (hereinafter referred to as Bank) was established in Bandung under the name Bank Ekonomi Nasional NV based on Notary Deed Meester Tan Eng Kiam No. 76 dated March 16, 1957. The Bank has started commercial operationssince on April 11, 1957 upon the approval of the Ministry of Finance in its Decision Letter No. 56202/U.M.II.

Selengkapnya di halaman BBSI