Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) vs Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI)

Asia Sejahtera Mina Tbk
Sumi Indo Kabel Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Asia Sejahtera Mina Tbk dan Sumi Indo Kabel Tbk.: Asia Sejahtera Mina Tbk diperdagangkan di Rp208 (kapitalisasi pasar 206 M, volume 24 jam 38,2 rb), sedangkan Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp555 (kapitalisasi pasar 660,96 M, volume 24 jam 52 rb). Perbedaan utamanya: Sumi Indo Kabel Tbk. jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Asia Sejahtera Mina Tbk, dan Sumi Indo Kabel Tbk. lebih aktif diperdagangkan (52 rb vs 38,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGARIKBI
Kapitalisasi Pasar
206 M660,96 M
Volume
38,2 rb52 rb
Lot
382520
Perputaran
8,04 jt28,5 jt
Harga Rata-rata
210,49548,09
Nilai Transaksi
8,04 jt28,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
208555
Volume Ekuilibrium Indikatif
1012

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGAR
Lihat detail
IKBI
Lihat detail

Tentang Asia Sejahtera Mina Tbk

PT Asia Sejahtera Mina Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 12 dated August 27, 2008 of Amelia Kasih, S.H., MKn. The parent company of the Company is PT Sinar Terang Asia Raya and the main parent entity is PT Indo Kreasi Pratama, both of which were established in Indonesia.

Selengkapnya di halaman AGAR

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI