Perbedaan Arsenal Fan Token dan Stader: Arsenal Fan Token diperdagangkan di Rp3.017 (kapitalisasi pasar Rp66,08M, volume 24 jam Rp14,99M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.839 (kapitalisasi pasar Rp129,44M, volume 24 jam Rp12,11M). Perbedaan utamanya: Stader lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Arsenal Fan Token 23,2M / 40M AFC (58%) dibanding 70,8M / 120M SD (59%) milik Stader. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Arsenal Fan Token selama 13 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| AFC | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,08M | Rp129,44M |
Volume (24h) | Rp14,99M | Rp12,11M |
Suplai yang Beredar | 23,2M / 40M AFC (58%) | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 13 Hari |
Arsenal Fan Token adalah token resmi dari Arsenal FC, klub asal London. Diluncurkan pada Agustus 2021, token AFC bertujuan menghubungkan basis penggemar Arsenal yang luas dengan klub. Pemegang token AFC dapat memengaruhi keputusan klub melalui polling, mengakses konten eksklusif, serta ikut serta dalam kuis dan kompetisi. Mereka juga menikmati berbagai hak istimewa dan berpartisipasi dalam gamifikasi yang meningkatkan interaksi antara tim dan penggemar.
Selengkapnya di halaman AFC →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →