Perbedaan Arsenal Fan Token dan GT Protocol: Arsenal Fan Token diperdagangkan di Rp3.017 (kapitalisasi pasar Rp66,08M, volume 24 jam Rp14,99M), sedangkan GT Protocol diperdagangkan di Rp134,16 (kapitalisasi pasar Rp10,04M, volume 24 jam Rp3,04M). Perbedaan utamanya: Arsenal Fan Token jauh lebih besar — sekitar 6,6× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai beredar Arsenal Fan Token 23,2M / 40M AFC (58%) dibanding 68,8M / 75M GTAI (92%) milik GT Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Arsenal Fan Token selama 13 Hari dan GT Protocol selama 18 Hari.
| AFC | GTAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp66,08M | Rp10,04M |
Volume (24h) | Rp14,99M | Rp3,04M |
Suplai yang Beredar | 23,2M / 40M AFC (58%) | 68,8M / 75M GTAI (92%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 18 Hari |
Arsenal Fan Token adalah token resmi dari Arsenal FC, klub asal London. Diluncurkan pada Agustus 2021, token AFC bertujuan menghubungkan basis penggemar Arsenal yang luas dengan klub. Pemegang token AFC dapat memengaruhi keputusan klub melalui polling, mengakses konten eksklusif, serta ikut serta dalam kuis dan kompetisi. Mereka juga menikmati berbagai hak istimewa dan berpartisipasi dalam gamifikasi yang meningkatkan interaksi antara tim dan penggemar.
Selengkapnya di halaman AFC →Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →