Perbedaan Aevo dan Suilend: Aevo diperdagangkan di Rp340,46 (kapitalisasi pasar Rp318,19M, volume 24 jam Rp58,47M), sedangkan Suilend diperdagangkan di Rp882,28 (kapitalisasi pasar Rp65,02M, volume 24 jam Rp1,62M). Perbedaan utamanya: Aevo jauh lebih besar — sekitar 4,9× kapitalisasi pasar Suilend, dan suplai beredar Aevo 932,6M / 1B AEVO (94%) dibanding 70,6M / 100M SEND (71%) milik Suilend. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aevo selama 89 Hari dan Suilend selama 14 Hari.
| AEVO | SEND | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp318,19M | Rp65,02M |
Volume (24h) | Rp58,47M | Rp1,62M |
Suplai yang Beredar | 932,6M / 1B AEVO (94%) | 70,6M / 100M SEND (71%) |
Typical Hold Time | 89 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Aevo adalah bursa option terdesentralisasi berkinerja tinggi pertama di dunia. Bursa ini beroperasi pada EVM roll-up khusus yang terintegrasi dengan Ethereum. Aevo menggunakan orderbook off-chain dengan transaksi on-chain. Ini berarti, setelah order dibuat, trading dieksekusi dan diselesaikan dengan smart contract.
Selengkapnya di halaman AEVO →Sejak diluncurkan pada bulan Maret, Suilend telah menjadi salah satu platform DeFi utama di Sui. Kini Suilend berkembang dengan Sui DeFi Suite—lending, LST, swap, dan AMM—untuk membangun superapp DeFi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SEND →