Perbedaan Aevo dan Stader: Aevo diperdagangkan di Rp342,92 (kapitalisasi pasar Rp323,86M, volume 24 jam Rp57,26M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.841 (kapitalisasi pasar Rp130,23M, volume 24 jam Rp12,18M). Perbedaan utamanya: Aevo jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Stader, dan suplai beredar Aevo 932,6M / 1B AEVO (94%) dibanding 70,8M / 120M SD (59%) milik Stader. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aevo selama 89 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| AEVO | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp323,86M | Rp130,23M |
Volume (24h) | Rp57,26M | Rp12,18M |
Suplai yang Beredar | 932,6M / 1B AEVO (94%) | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 89 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Aevo adalah bursa option terdesentralisasi berkinerja tinggi pertama di dunia. Bursa ini beroperasi pada EVM roll-up khusus yang terintegrasi dengan Ethereum. Aevo menggunakan orderbook off-chain dengan transaksi on-chain. Ini berarti, setelah order dibuat, trading dieksekusi dan diselesaikan dengan smart contract.
Selengkapnya di halaman AEVO →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →