Perbedaan Aevo dan Qtum: Aevo diperdagangkan di Rp343,47 (kapitalisasi pasar Rp321,32M, volume 24 jam Rp55,12M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp11.912 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp94,79M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar Aevo, dan suplai beredar Aevo 932,6M / 1B AEVO (94%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aevo selama 89 Hari dan Qtum selama 69 Hari.
| AEVO | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp321,32M | Rp1,26T |
Volume (24h) | Rp55,12M | Rp94,79M |
Suplai yang Beredar | 932,6M / 1B AEVO (94%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 89 Hari | 69 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aevo adalah bursa option terdesentralisasi berkinerja tinggi pertama di dunia. Bursa ini beroperasi pada EVM roll-up khusus yang terintegrasi dengan Ethereum. Aevo menggunakan orderbook off-chain dengan transaksi on-chain. Ini berarti, setelah order dibuat, trading dieksekusi dan diselesaikan dengan smart contract.
Selengkapnya di halaman AEVO →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →