Perbedaan Aevo dan Haedal Protocol: Aevo diperdagangkan di Rp343,47 (kapitalisasi pasar Rp320,62M, volume 24 jam Rp55,76M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp285 (kapitalisasi pasar Rp138,54M, volume 24 jam Rp23,59M). Perbedaan utamanya: Aevo jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar Aevo 932,6M / 1B AEVO (94%) dibanding 483,3M / 1B HAEDAL (49%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aevo selama 89 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| AEVO | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp320,62M | Rp138,54M |
Volume (24h) | Rp55,76M | Rp23,59M |
Suplai yang Beredar | 932,6M / 1B AEVO (94%) | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 89 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aevo adalah bursa option terdesentralisasi berkinerja tinggi pertama di dunia. Bursa ini beroperasi pada EVM roll-up khusus yang terintegrasi dengan Ethereum. Aevo menggunakan orderbook off-chain dengan transaksi on-chain. Ini berarti, setelah order dibuat, trading dieksekusi dan diselesaikan dengan smart contract.
Selengkapnya di halaman AEVO →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →