Perbedaan Aevo dan FIO Protocol: Aevo diperdagangkan di Rp344,62 (kapitalisasi pasar Rp323,42M, volume 24 jam Rp53,09M), sedangkan FIO Protocol diperdagangkan di Rp16,26 (kapitalisasi pasar Rp31,51M, volume 24 jam Rp66,75M). Perbedaan utamanya: Aevo jauh lebih besar — sekitar 10,3× kapitalisasi pasar FIO Protocol, dan suplai beredar Aevo 932,6M / 1B AEVO (94%) dibanding 847,4M / 1B FIO (85%) milik FIO Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aevo selama 89 Hari dan FIO Protocol selama 30 Hari.
| AEVO | FIO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp323,42M | Rp31,51M |
Volume (24h) | Rp53,09M | Rp66,75M |
Suplai yang Beredar | 932,6M / 1B AEVO (94%) | 847,4M / 1B FIO (85%) |
Typical Hold Time | 89 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Aevo adalah bursa option terdesentralisasi berkinerja tinggi pertama di dunia. Bursa ini beroperasi pada EVM roll-up khusus yang terintegrasi dengan Ethereum. Aevo menggunakan orderbook off-chain dengan transaksi on-chain. Ini berarti, setelah order dibuat, trading dieksekusi dan diselesaikan dengan smart contract.
Selengkapnya di halaman AEVO →FIO Protocol (FIO) adalah solusi usability terdesentralisasi dan sumber terbuka yang bertujuan untuk mempermudah transaksi mata uang kripto di semua blockchain. Hal ini dilakukan dengan mengganti alamat dompet yang kompleks dengan satu Crypto Handle yang dapat disesuaikan dan mudah dibaca, dalam format username@domain. FIO Crypto Handle dapat digunakan untuk mengirim, menerima, meminta, dan menandatangani berbagai jenis transaksi mata uang kripto dengan mudah, seperti mengirim email.
Selengkapnya di halaman FIO →