Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Aevo dan DigiByte: Aevo diperdagangkan di Rp327,38 (kapitalisasi pasar Rp300,78M, volume 24 jam Rp53,41M), sedangkan DigiByte diperdagangkan di Rp43,58 (kapitalisasi pasar Rp803,68M, volume 24 jam Rp56,16M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Aevo, dan suplai beredar Aevo 917,2M / 1B AEVO (92%) dibanding 18,4B / 21B DGB (88%) milik DigiByte. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aevo selama 87 Hari dan DigiByte selama 22 Hari.
| AEVO | DGB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp300,78M | Rp803,68M |
Volume (24h) | Rp53,41M | Rp56,16M |
Suplai yang Beredar | 917,2M / 1B AEVO (92%) | 18,4B / 21B DGB (88%) |
Typical Hold Time | 87 Hari | 22 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Aevo saat ini diperdagangkan di zona support kritis dengan sinyal teknis bearish dari rata-rata bergerak, meskipun osilator netral. Token ini memiliki kapitalisasi pasar Rp301,12 juta dengan sirkulasi 92% dari total supply 1 juta token. Tidak ada perkembangan fundamental signifikan yang dilaporkan untuk aset ini.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jangka pendek dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terbatas pada breakout di atas resistance, namun investor harus waspada terhadap likuiditas rendah dan sentimen pasar kripto yang berhati-hati. Risiko utama termasuk volatilitas ekstrem dan kurangnya update protokol.
DigiByte (DGB) menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga saat ini Rp43,641 dan market cap Rp800,45M. Tren jangka pendek didominasi tekanan jual berdasarkan moving averages, sementara osilator netral. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem besar yang dilaporkan. Supply yang beredar mencapai 18,4M dari total 21M DGB dengan rata-rata hold time 22 hari, menunjukkan aktivitas perdagangan yang moderat.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terbatas pada rebound teknis jika support kunci bertahan, namun risiko likuiditas rendah dan sentimen pasar crypto yang lesu membatasi potensi kenaikan. Investor harus waspada terhadap fluktuasi harga tajam dan kurangnya katalis fundamental dalam waktu dekat.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aevo adalah bursa option terdesentralisasi berkinerja tinggi pertama di dunia. Bursa ini beroperasi pada EVM roll-up khusus yang terintegrasi dengan Ethereum. Aevo menggunakan orderbook off-chain dengan transaksi on-chain. Ini berarti, setelah order dibuat, trading dieksekusi dan diselesaikan dengan smart contract.
Selengkapnya di halaman AEVO →DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →