Perbedaan Aevo dan DigiByte: Aevo diperdagangkan di Rp363,46 (kapitalisasi pasar Rp346,22M, volume 24 jam Rp73,31M), sedangkan DigiByte diperdagangkan di Rp67,4 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp55,87M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar Aevo, dan suplai beredar Aevo 932,6M / 1B AEVO (94%) dibanding 18,4B / 21B DGB (88%) milik DigiByte. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aevo selama 89 Hari dan DigiByte selama 22 Hari.
| AEVO | DGB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp346,22M | Rp1,25T |
Volume (24h) | Rp73,31M | Rp55,87M |
Suplai yang Beredar | 932,6M / 1B AEVO (94%) | 18,4B / 21B DGB (88%) |
Typical Hold Time | 89 Hari | 22 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token AEVO menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp372,27 dan kapitalisasi pasar Rp347,96 juta. RSI_6 di 70,36 mengindikasikan kondisi overbought jangka pendek, namun moving averages dan ADX mendukung tren naik. Token telah beredar 94% dari total supply maksimum 1 juta AEVO, dengan rata-rata hold time 89 hari. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat baru-baru ini.
Outlook keseluruhan cenderung positif dengan momentum teknis kuat, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi khas crypto dan risiko koreksi akibat kondisi overbought. Peluang utama terletak pada kelanjutan tren bullish, sementara risiko termasuk likuiditas terbatas dan sensitivitas terhadap sentimen pasar crypto secara keseluruhan.
DigiByte (DGB) saat ini diperdagangkan di Rp67.918 dengan kapitalisasi pasar Rp1,25 triliun, menunjukkan sinyal teknis bullish jangka pendek didukung oleh moving averages yang kuat. Token telah mencapai 88% dari total supply 21 juta DGB dengan rata-rata hold time 22 hari. Meskipun tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan, posisi teknis menunjukkan momentum positif dengan support kuat di level Rp64-66.
Outlook keseluruhan cenderung positif dengan peluang breakout di atas resistance Rp68, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi dan netralitas indikator osilator. Risiko utama termasuk likuiditas terbatas dan tekanan regulasi crypto yang berkelanjutan di berbagai yurisdiksi.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aevo adalah bursa option terdesentralisasi berkinerja tinggi pertama di dunia. Bursa ini beroperasi pada EVM roll-up khusus yang terintegrasi dengan Ethereum. Aevo menggunakan orderbook off-chain dengan transaksi on-chain. Ini berarti, setelah order dibuat, trading dieksekusi dan diselesaikan dengan smart contract.
Selengkapnya di halaman AEVO →DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →