Perbedaan Aevo dan CORN: Aevo diperdagangkan di Rp340,46 (kapitalisasi pasar Rp318,19M, volume 24 jam Rp58,47M), sedangkan CORN diperdagangkan di Rp455,23 (kapitalisasi pasar Rp238,71M, volume 24 jam Rp53,58M). Perbedaan utamanya: Aevo lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Aevo 932,6M / 1B AEVO (94%) dibanding 525M / 2,1B CORN (25%) milik CORN. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aevo selama 89 Hari dan CORN selama 8 Hari.
| AEVO | CORN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp318,19M | Rp238,71M |
Volume (24h) | Rp58,47M | Rp53,58M |
Suplai yang Beredar | 932,6M / 1B AEVO (94%) | 525M / 2,1B CORN (25%) |
Typical Hold Time | 89 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aevo adalah bursa option terdesentralisasi berkinerja tinggi pertama di dunia. Bursa ini beroperasi pada EVM roll-up khusus yang terintegrasi dengan Ethereum. Aevo menggunakan orderbook off-chain dengan transaksi on-chain. Ini berarti, setelah order dibuat, trading dieksekusi dan diselesaikan dengan smart contract.
Selengkapnya di halaman AEVO →Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →