Perbedaan Aevo dan Lorenzo Protocol: Aevo diperdagangkan di Rp345,33 (kapitalisasi pasar Rp323,42M, volume 24 jam Rp53,09M), sedangkan Lorenzo Protocol diperdagangkan di Rp651,02 (kapitalisasi pasar Rp502,07M, volume 24 jam Rp1,7T). Perbedaan utamanya: Lorenzo Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Aevo 932,6M / 1B AEVO (94%) dibanding 764,9M / 2,1B BANK (37%) milik Lorenzo Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aevo selama 89 Hari dan Lorenzo Protocol selama 3 Hari.
| AEVO | BANK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp323,42M | Rp502,07M |
Volume (24h) | Rp53,09M | Rp1,7T |
Suplai yang Beredar | 932,6M / 1B AEVO (94%) | 764,9M / 2,1B BANK (37%) |
Typical Hold Time | 89 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aevo adalah bursa option terdesentralisasi berkinerja tinggi pertama di dunia. Bursa ini beroperasi pada EVM roll-up khusus yang terintegrasi dengan Ethereum. Aevo menggunakan orderbook off-chain dengan transaksi on-chain. Ini berarti, setelah order dibuat, trading dieksekusi dan diselesaikan dengan smart contract.
Selengkapnya di halaman AEVO →Lorenzo adalah platform manajemen aset berstandar institusional yang berfokus pada tokenisasi produk keuangan penghasil imbal hasil. Inovasi utamanya, Financial Abstraction Layer (FAL), memungkinkan penerbitan On-Chain Traded Funds (OTFs)—strategi yield ter-tokenisasi yang membuat pembiayaan aset kripto menjadi lebih mudah, efisien, dan skalabel.
Selengkapnya di halaman BANK →