Perbedaan Aevo dan Aster: Aevo diperdagangkan di Rp345,52 (kapitalisasi pasar Rp318,19M, volume 24 jam Rp58,47M), sedangkan Aster diperdagangkan di Rp10.753 (kapitalisasi pasar Rp28,98T, volume 24 jam Rp605,66M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 91,1× kapitalisasi pasar Aevo, dan suplai beredar Aevo 932,6M / 1B AEVO (94%) dibanding 2,7B / 8B ASTER (34%) milik Aster. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aevo selama 89 Hari dan Aster selama 23 Hari.
| AEVO | ASTER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp318,19M | Rp28,98T |
Volume (24h) | Rp58,47M | Rp605,66M |
Suplai yang Beredar | 932,6M / 1B AEVO (94%) | 2,7B / 8B ASTER (34%) |
Typical Hold Time | 89 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aevo adalah bursa option terdesentralisasi berkinerja tinggi pertama di dunia. Bursa ini beroperasi pada EVM roll-up khusus yang terintegrasi dengan Ethereum. Aevo menggunakan orderbook off-chain dengan transaksi on-chain. Ini berarti, setelah order dibuat, trading dieksekusi dan diselesaikan dengan smart contract.
Selengkapnya di halaman AEVO →Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →