Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Aevo dan ApeX Protocol: Aevo diperdagangkan di Rp334,79 (kapitalisasi pasar Rp307,99M, volume 24 jam Rp60,71M), sedangkan ApeX Protocol diperdagangkan di Rp4.983 (kapitalisasi pasar Rp692,24M, volume 24 jam Rp25,42M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Aevo, dan suplai beredar Aevo 917,2M / 1B AEVO (92%) dibanding 138,4M / 500M APEX (28%) milik ApeX Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aevo selama 87 Hari dan ApeX Protocol selama 18 Hari.
| AEVO | APEX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp307,99M | Rp692,24M |
Volume (24h) | Rp60,71M | Rp25,42M |
Suplai yang Beredar | 917,2M / 1B AEVO (92%) | 138,4M / 500M APEX (28%) |
Typical Hold Time | 87 Hari | 18 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Aevo saat ini diperdagangkan di zona support kritis dengan sinyal teknis bearish dari rata-rata bergerak, meskipun osilator netral. Token ini memiliki kapitalisasi pasar Rp301,12 juta dengan sirkulasi 92% dari total supply 1 juta token. Tidak ada perkembangan fundamental signifikan yang dilaporkan untuk aset ini.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jangka pendek dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terbatas pada breakout di atas resistance, namun investor harus waspada terhadap likuiditas rendah dan sentimen pasar kripto yang berhati-hati. Risiko utama termasuk volatilitas ekstrem dan kurangnya update protokol.
APEX Protocol menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga saat ini Rp4.967, di bawah pivot point Rp5.005. Sirkulasi token rendah (28%) dan rata-rata hold time pendek (18 hari) mengindikasikan volatilitas tinggi. Berita terbaru dari GlobeNewsWire tanggal 18 Juni 2026 tidak relevan dengan ekosistem kripto APEX, sehingga tidak berdampak langsung pada token.
Outlook keseluruhan netral-cenderung bearish. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari support kuat di Rp4.705, sementara risiko utama adalah tekanan jual berkelanjutan dengan 14 sinyal jual vs 3 beli. Investor harus waspada terhadap likuiditas terbatas dengan market cap Rp688,81 juta.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aevo adalah bursa option terdesentralisasi berkinerja tinggi pertama di dunia. Bursa ini beroperasi pada EVM roll-up khusus yang terintegrasi dengan Ethereum. Aevo menggunakan orderbook off-chain dengan transaksi on-chain. Ini berarti, setelah order dibuat, trading dieksekusi dan diselesaikan dengan smart contract.
Selengkapnya di halaman AEVO →ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →