Perbedaan Aerodrome Finance dan GMX: Aerodrome Finance diperdagangkan di Rp7.343 (kapitalisasi pasar Rp7,14T, volume 24 jam Rp197,2M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp119.666 (kapitalisasi pasar Rp1,24T, volume 24 jam Rp36,54M). Perbedaan utamanya: Aerodrome Finance jauh lebih besar — sekitar 5,8× kapitalisasi pasar GMX, dan suplai GMX dibatasi (10,5M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan Aerodrome Finance terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aerodrome Finance selama 21 Hari dan GMX selama 46 Hari.
| AERO | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp7,14T | Rp1,24T |
Volume (24h) | Rp197,2M | Rp36,54M |
Suplai yang Beredar | 977,1M AERO | 10,5M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 46 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Aerodrome Finance adalah AMM generasi terbaru yang berfungsi sebagai pusat likuiditas utama di Base. Platform ini menghadirkan mesin insentif likuiditas yang kuat, model tata kelola vote-lock, serta pengalaman pengguna yang ramah, dengan fitur-fitur canggih dari Velodrome V2.
Selengkapnya di halaman AERO →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →