Perbedaan Aerodrome Finance dan ApeX Protocol: Aerodrome Finance diperdagangkan di Rp7.307 (kapitalisasi pasar Rp7,16T, volume 24 jam Rp198,56M), sedangkan ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.768 (kapitalisasi pasar Rp552,73M, volume 24 jam Rp20,12M). Perbedaan utamanya: Aerodrome Finance jauh lebih besar — sekitar 13× kapitalisasi pasar ApeX Protocol, dan suplai ApeX Protocol dibatasi (146,2M / 500M APEX (30%)), sedangkan Aerodrome Finance terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aerodrome Finance selama 21 Hari dan ApeX Protocol selama 20 Hari.
| AERO | APEX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp7,16T | Rp552,73M |
Volume (24h) | Rp198,56M | Rp20,12M |
Suplai yang Beredar | 977,1M AERO | 146,2M / 500M APEX (30%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Aerodrome Finance adalah AMM generasi terbaru yang berfungsi sebagai pusat likuiditas utama di Base. Platform ini menghadirkan mesin insentif likuiditas yang kuat, model tata kelola vote-lock, serta pengalaman pengguna yang ramah, dengan fitur-fitur canggih dari Velodrome V2.
Selengkapnya di halaman AERO →ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →