Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk. (AEGS) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk. diperdagangkan di Rp41 (kapitalisasi pasar 42,26 M, volume 24 jam 828,8 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp62 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 21,12 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 23,2× kapitalisasi pasar Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (21,12 jt vs 828,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AEGSSQMI
Kapitalisasi Pasar
42,26 M978,87 M
Volume
828,8 rb21,12 jt
Lot
8,29 rb211,22 rb
Perputaran
34,65 jt1,32 M
Harga Rata-rata
41,8162,72
Nilai Transaksi
34,65 jt1,32 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
4162
Volume Ekuilibrium Indikatif
5001,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AEGS
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk.

PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 28 of Tri Theresa Tarigan, S.H., M.Kn., dated September 10, 2015. The Company started its commercial operations in 2015.

Selengkapnya di halaman AEGS

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI