Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk. (AEGS) vs Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP)

Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk.
Asuransi Harta Aman Pratama Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk. dan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk: Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk. diperdagangkan di Rp37 (kapitalisasi pasar 39,24 M, volume 24 jam 1,7 jt), sedangkan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk diperdagangkan di Rp91 (kapitalisasi pasar 455,7 M, volume 24 jam 13,89 jt). Perbedaan utamanya: Asuransi Harta Aman Pratama Tbk jauh lebih besar — sekitar 11,6× kapitalisasi pasar Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk., dan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk lebih aktif diperdagangkan (13,89 jt vs 1,7 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AEGSAHAP
Kapitalisasi Pasar
39,24 M455,7 M
Volume
1,7 jt13,89 jt
Lot
17 rb138,93 rb
Perputaran
64,55 jt1,27 M
Harga Rata-rata
37,9691,55
Nilai Transaksi
64,55 jt1,27 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
3791
Volume Ekuilibrium Indikatif
3,72 rb1,25 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AEGS
Lihat detail
AHAP
Lihat detail

Tentang Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk.

PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 28 of Tri Theresa Tarigan, S.H., M.Kn., dated September 10, 2015. The Company started its commercial operations in 2015.

Selengkapnya di halaman AEGS

Tentang Asuransi Harta Aman Pratama Tbk

PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk was established on May 28, 1982 and was approved by the Minister of Justice under decree No. C2-1325.HT.01.01.tH.82 dated September 21, 1982. Then on February 11, 1983 the Company was approved by the Ministry of Finance of The Republic of Indonesia No. 633/MD/1983. The Company’s founders sold their share of stock to local and foreign investors and now its ownership of the stocks spread almost equally to a lot of people and the biggest shareholders is 12%; thus, there are no single majority shareholders in the Company.

Selengkapnya di halaman AHAP