Perbedaan AdEx dan LayerZero: AdEx diperdagangkan di Rp1.064 (kapitalisasi pasar Rp157,66M, volume 24 jam Rp54,06M), sedangkan LayerZero diperdagangkan di Rp14.263 (kapitalisasi pasar Rp5,16T, volume 24 jam Rp308,17M). Perbedaan utamanya: LayerZero jauh lebih besar — sekitar 32,7× kapitalisasi pasar AdEx, dan suplai beredar AdEx 147,9M / 150M ADX (99%) dibanding 364M / 1B ZRO (37%) milik LayerZero. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AdEx selama 21 Hari dan LayerZero selama 13 Hari.
| ADX | ZRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp157,66M | Rp5,16T |
Volume (24h) | Rp54,06M | Rp308,17M |
Suplai yang Beredar | 147,9M / 150M ADX (99%) | 364M / 1B ZRO (37%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
AdEx adalah platform pemasaran Web3 canggih yang meningkatkan periklanan digital melalui teknologi blockchain dan programatik. Awalnya diluncurkan pada 2017 sebagai pertukaran iklan terdesentralisasi, kini berkembang menjadi protokol periklanan penuh dengan lebih dari 20.000 pengguna dan miliaran micropayment yang telah diproses. Saat ini, AdEx berfungsi sebagai Demand-Side Platform, memungkinkan pengiklan menjangkau pengguna kripto, membeli trafik, dan menggunakan lelang waktu nyata.
Selengkapnya di halaman ADX →LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang menghubungkan berbagai blockchain untuk mendukung pengembangan aplikasi dan token omnichain. LayerZero menggunakan endpoint on-chain yang tidak dapat diubah dan Security Stack, memastikan pesan yang aman dan bebas sensor di berbagai jaringan blockchain.
Selengkapnya di halaman ZRO →