Perbedaan AdEx dan Port3 Network: AdEx diperdagangkan di Rp1.065 (kapitalisasi pasar Rp157,51M, volume 24 jam Rp52,8M), sedangkan Port3 Network diperdagangkan di Rp23,63 (kapitalisasi pasar Rp15,67M, volume 24 jam Rp28,22M). Perbedaan utamanya: AdEx jauh lebih besar — sekitar 10,1× kapitalisasi pasar Port3 Network, dan suplai beredar AdEx 147,9M / 150M ADX (99%) dibanding 692,9M / 1B PORT3 (70%) milik Port3 Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AdEx selama 21 Hari dan Port3 Network selama 10 Hari.
| ADX | PORT3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp157,51M | Rp15,67M |
Volume (24h) | Rp52,8M | Rp28,22M |
Suplai yang Beredar | 147,9M / 150M ADX (99%) | 692,9M / 1B PORT3 (70%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 10 Hari |
AdEx adalah platform pemasaran Web3 canggih yang meningkatkan periklanan digital melalui teknologi blockchain dan programatik. Awalnya diluncurkan pada 2017 sebagai pertukaran iklan terdesentralisasi, kini berkembang menjadi protokol periklanan penuh dengan lebih dari 20.000 pengguna dan miliaran micropayment yang telah diproses. Saat ini, AdEx berfungsi sebagai Demand-Side Platform, memungkinkan pengiklan menjangkau pengguna kripto, membeli trafik, dan menggunakan lelang waktu nyata.
Selengkapnya di halaman ADX →Port3 Network adalah platform Web3 serbaguna yang berfokus pada input dan output data sosial. Platform ini menggabungkan berbagai komponen dan inisiatif untuk mentransformasi jaringan data terdesentralisasi. Inti dari Port3 Network adalah penggunaan AI untuk mengindeks dan menstandarkan data, membangun AI Data Layer yang kuat sebagai fondasi aplikasi Web3. Jaringan data AI terdesentralisasi ini mengumpulkan dan menstandarkan informasi untuk layanan AI dan strategi cerdas, menjadikannya bagian penting bagi proyek-proyek berbasis blockchain.
Selengkapnya di halaman PORT3 →