Perbedaan AdEx dan Newton Protocol: AdEx diperdagangkan di Rp1.064 (kapitalisasi pasar Rp157,51M, volume 24 jam Rp52,8M), sedangkan Newton Protocol diperdagangkan di Rp675,01 (kapitalisasi pasar Rp210,84M, volume 24 jam Rp36,31M). Perbedaan utamanya: Newton Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar AdEx 147,9M / 150M ADX (99%) dibanding 312,8M / 1B NEWT (32%) milik Newton Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AdEx selama 21 Hari dan Newton Protocol selama 26 Hari.
| ADX | NEWT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp157,51M | Rp210,84M |
Volume (24h) | Rp52,8M | Rp36,31M |
Suplai yang Beredar | 147,9M / 150M ADX (99%) | 312,8M / 1B NEWT (32%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 26 Hari |
AdEx adalah platform pemasaran Web3 canggih yang meningkatkan periklanan digital melalui teknologi blockchain dan programatik. Awalnya diluncurkan pada 2017 sebagai pertukaran iklan terdesentralisasi, kini berkembang menjadi protokol periklanan penuh dengan lebih dari 20.000 pengguna dan miliaran micropayment yang telah diproses. Saat ini, AdEx berfungsi sebagai Demand-Side Platform, memungkinkan pengiklan menjangkau pengguna kripto, membeli trafik, dan menggunakan lelang waktu nyata.
Selengkapnya di halaman ADX →Newton Protocol berfungsi sebagai lapisan otomatisasi yang dapat diverifikasi untuk keuangan on-chain, memungkinkan pengguna mendelegasikan tindakan kompleks lintas-chain kepada agen AI sambil memastikan setiap langkah mematuhi panduan yang ditetapkan pengguna melalui jaminan cryptography. Protokol ini menggabungkan smart accounts, seperti ERC-4337 dan EIP-7702, untuk delegasi yang terperinci, bersama dengan Trusted Execution Environment (TEE) attestations dan zero-knowledge proofs (ZKP) untuk memverifikasi keakuratan setiap keputusan off-chain. Tujuannya adalah mengubah otomatisasi menjadi kerangka kerja minim-kepercayaan, sehingga memfasilitasi agentic finance di berbagai blockchain.
Selengkapnya di halaman NEWT →