Perbedaan AdEx dan Neon EVM: AdEx diperdagangkan di Rp1.064 (kapitalisasi pasar Rp157,66M, volume 24 jam Rp54,06M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp248,26 (kapitalisasi pasar Rp59,63M, volume 24 jam Rp2,26M). Perbedaan utamanya: AdEx jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar AdEx 147,9M / 150M ADX (99%) dibanding 239,5M / 1B NEON (24%) milik Neon EVM. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AdEx selama 21 Hari dan Neon EVM selama 19 Hari.
| ADX | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp157,66M | Rp59,63M |
Volume (24h) | Rp54,06M | Rp2,26M |
Suplai yang Beredar | 147,9M / 150M ADX (99%) | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
AdEx adalah platform pemasaran Web3 canggih yang meningkatkan periklanan digital melalui teknologi blockchain dan programatik. Awalnya diluncurkan pada 2017 sebagai pertukaran iklan terdesentralisasi, kini berkembang menjadi protokol periklanan penuh dengan lebih dari 20.000 pengguna dan miliaran micropayment yang telah diproses. Saat ini, AdEx berfungsi sebagai Demand-Side Platform, memungkinkan pengiklan menjangkau pengguna kripto, membeli trafik, dan menggunakan lelang waktu nyata.
Selengkapnya di halaman ADX →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →