Perbedaan AdEx dan Gram: AdEx diperdagangkan di Rp1.057 (kapitalisasi pasar Rp156,6M, volume 24 jam Rp51,22M), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp23.754 (kapitalisasi pasar Rp65,83T, volume 24 jam Rp702,27M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 420,4× kapitalisasi pasar AdEx, dan suplai AdEx dibatasi (147,9M / 150M ADX (99%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AdEx selama 21 Hari dan Gram selama 6 Hari.
| ADX | GRAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp156,6M | Rp65,83T |
Volume (24h) | Rp51,22M | Rp702,27M |
Suplai yang Beredar | 147,9M / 150M ADX (99%) | 2,8B GRAM |
Typical Hold Time | 21 Hari | 6 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
ADX saat ini diperdagangkan pada Rp1.057,33 dengan sinyal teknikal bearish berdasarkan rata-rata bergerak, meskipun osilator netral. Token mendekati level support S1 di Rp1.049, dengan market cap Rp156,6 juta dan sirkulasi 99%. Tidak ada pembaruan protokol signifikan yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jangka pendek dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terbatas pada momentum teknis jika support bertahan, namun risiko likuiditas rendah dan sentimen pasar crypto yang berhati-hati memerlukan kehati-hatian.
Belum ada sinyal Aura AI.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
AdEx adalah platform pemasaran Web3 canggih yang meningkatkan periklanan digital melalui teknologi blockchain dan programatik. Awalnya diluncurkan pada 2017 sebagai pertukaran iklan terdesentralisasi, kini berkembang menjadi protokol periklanan penuh dengan lebih dari 20.000 pengguna dan miliaran micropayment yang telah diproses. Saat ini, AdEx berfungsi sebagai Demand-Side Platform, memungkinkan pengiklan menjangkau pengguna kripto, membeli trafik, dan menggunakan lelang waktu nyata.
Selengkapnya di halaman ADX →GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →