Perbedaan AdEx dan Gas: AdEx diperdagangkan di Rp1.061 (kapitalisasi pasar Rp157,6M, volume 24 jam Rp52,43M), sedangkan Gas diperdagangkan di Rp16.554 (kapitalisasi pasar Rp1,07T, volume 24 jam Rp17,83M). Perbedaan utamanya: Gas jauh lebih besar — sekitar 6,8× kapitalisasi pasar AdEx, dan suplai AdEx dibatasi (147,9M / 150M ADX (99%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AdEx selama 21 Hari dan Gas selama 48 Hari.
| ADX | GAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp157,6M | Rp1,07T |
Volume (24h) | Rp52,43M | Rp17,83M |
Suplai yang Beredar | 147,9M / 150M ADX (99%) | 65M GAS |
Typical Hold Time | 21 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
AdEx adalah platform pemasaran Web3 canggih yang meningkatkan periklanan digital melalui teknologi blockchain dan programatik. Awalnya diluncurkan pada 2017 sebagai pertukaran iklan terdesentralisasi, kini berkembang menjadi protokol periklanan penuh dengan lebih dari 20.000 pengguna dan miliaran micropayment yang telah diproses. Saat ini, AdEx berfungsi sebagai Demand-Side Platform, memungkinkan pengiklan menjangkau pengguna kripto, membeli trafik, dan menggunakan lelang waktu nyata.
Selengkapnya di halaman ADX →GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →