Perbedaan AdEx dan Boba Network: AdEx diperdagangkan di Rp1.064 (kapitalisasi pasar Rp157,66M, volume 24 jam Rp54,06M), sedangkan Boba Network diperdagangkan di Rp322,54 (kapitalisasi pasar Rp157,99M, volume 24 jam Rp11,65M). Perbedaan utamanya: AdEx dan Boba Network berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar AdEx 147,9M / 150M ADX (99%) dibanding 493,6M / 500M BOBA (99%) milik Boba Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AdEx selama 21 Hari dan Boba Network selama 11 Hari.
| ADX | BOBA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp157,66M | Rp157,99M |
Volume (24h) | Rp54,06M | Rp11,65M |
Suplai yang Beredar | 147,9M / 150M ADX (99%) | 493,6M / 500M BOBA (99%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 11 Hari |
AdEx adalah platform pemasaran Web3 canggih yang meningkatkan periklanan digital melalui teknologi blockchain dan programatik. Awalnya diluncurkan pada 2017 sebagai pertukaran iklan terdesentralisasi, kini berkembang menjadi protokol periklanan penuh dengan lebih dari 20.000 pengguna dan miliaran micropayment yang telah diproses. Saat ini, AdEx berfungsi sebagai Demand-Side Platform, memungkinkan pengiklan menjangkau pengguna kripto, membeli trafik, dan menggunakan lelang waktu nyata.
Selengkapnya di halaman ADX →Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →