Perbedaan AdEx dan ApeX Protocol: AdEx diperdagangkan di Rp1.064 (kapitalisasi pasar Rp157,62M, volume 24 jam Rp54,19M), sedangkan ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.762 (kapitalisasi pasar Rp552,73M, volume 24 jam Rp20,12M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar AdEx, dan suplai beredar AdEx 147,9M / 150M ADX (99%) dibanding 146,2M / 500M APEX (30%) milik ApeX Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AdEx selama 21 Hari dan ApeX Protocol selama 20 Hari.
| ADX | APEX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp157,62M | Rp552,73M |
Volume (24h) | Rp54,19M | Rp20,12M |
Suplai yang Beredar | 147,9M / 150M ADX (99%) | 146,2M / 500M APEX (30%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
AdEx adalah platform pemasaran Web3 canggih yang meningkatkan periklanan digital melalui teknologi blockchain dan programatik. Awalnya diluncurkan pada 2017 sebagai pertukaran iklan terdesentralisasi, kini berkembang menjadi protokol periklanan penuh dengan lebih dari 20.000 pengguna dan miliaran micropayment yang telah diproses. Saat ini, AdEx berfungsi sebagai Demand-Side Platform, memungkinkan pengiklan menjangkau pengguna kripto, membeli trafik, dan menggunakan lelang waktu nyata.
Selengkapnya di halaman ADX →ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →