Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) vs Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI)

Adaro Energy Indonesia Tbk
Sumi Indo Kabel Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Adaro Energy Indonesia Tbk dan Sumi Indo Kabel Tbk.: Adaro Energy Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp2.300 (kapitalisasi pasar 69,07 T, volume 24 jam 19,18 jt), sedangkan Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp555 (kapitalisasi pasar 660,96 M, volume 24 jam 52 rb). Perbedaan utamanya: Adaro Energy Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 104,5× kapitalisasi pasar Sumi Indo Kabel Tbk., dan Adaro Energy Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (19,18 jt vs 52 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ADROIKBI
Kapitalisasi Pasar
69,07 T660,96 M
Volume
19,18 jt52 rb
Lot
191,85 rb520
Perputaran
44,12 M28,5 jt
Harga Rata-rata
2.299,98548,09
Nilai Transaksi
44,12 M28,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.300555
Volume Ekuilibrium Indikatif
21,49 rb12

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ADRO
Lihat detail
IKBI
Lihat detail

Tentang Adaro Energy Indonesia Tbk

Adaro Energy , PT (the company) was established under its original name of PT Padang Karunia on Jul 28, 2004 then changed to PT Adaro Energy Tbk based on Notaries Deed dated Apr 18, 2008. The deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Apr 25, 2008.

Selengkapnya di halaman ADRO

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI