Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) vs Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

Adaro Energy Indonesia Tbk
Bank Danamon Indonesia Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Adaro Energy Indonesia Tbk dan Bank Danamon Indonesia Tbk: Adaro Energy Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp2.300 (kapitalisasi pasar 69,07 T, volume 24 jam 19,18 jt), sedangkan Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp3.810 (kapitalisasi pasar 37,16 T, volume 24 jam 1,05 jt). Perbedaan utamanya: Adaro Energy Indonesia Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Adaro Energy Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (19,18 jt vs 1,05 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ADROBDMN
Kapitalisasi Pasar
69,07 T37,16 T
Volume
19,18 jt1,05 jt
Lot
191,85 rb10,52 rb
Perputaran
44,12 M4,01 M
Harga Rata-rata
2.299,983.812,93
Nilai Transaksi
44,12 M4,01 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.3003.810
Volume Ekuilibrium Indikatif
21,49 rb1,23 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ADRO
Lihat detail
BDMN
Lihat detail

Tentang Adaro Energy Indonesia Tbk

Adaro Energy , PT (the company) was established under its original name of PT Padang Karunia on Jul 28, 2004 then changed to PT Adaro Energy Tbk based on Notaries Deed dated Apr 18, 2008. The deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Apr 25, 2008.

Selengkapnya di halaman ADRO

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN