Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Adaro Minerals Indonesia TbkTrading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Adaro Minerals Indonesia Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Adaro Minerals Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp1.570 (kapitalisasi pasar 66,02 T, volume 24 jam 11,89 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp131 (kapitalisasi pasar 2,11 T, volume 24 jam 662,4 rb). Perbedaan utamanya: Adaro Minerals Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 31,3× kapitalisasi pasar Jaya Agra Wattie Tbk, dan Adaro Minerals Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (11,89 jt vs 662,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ADMRJAWA
Kapitalisasi Pasar
66,02 T2,11 T
Volume
11,89 jt662,4 rb
Lot
118,89 rb6,62 rb
Perputaran
18,86 M86,17 jt
Harga Rata-rata
1.586,56130,09
Nilai Transaksi
18,86 M86,17 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.570131
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,29 rb9

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ADMR
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Adaro Minerals Indonesia Tbk

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (the Company) formerly PT Jasapower Indonesia was established in the Republic of Indonesia on 25 September 2007 based on Notarial deed No. 9 of Dwi Yulianti, S.H. The Company is a company under the auspices of PT Adaro Energy Tbk.

Selengkapnya di halaman ADMR

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA