Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Adaro Minerals Indonesia Tbk
Jaya Agra Wattie Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Adaro Minerals Indonesia Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Adaro Minerals Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp1.385 (kapitalisasi pasar 57,85 T, volume 24 jam 12,07 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp110 (kapitalisasi pasar 1,83 T, volume 24 jam 874 rb). Perbedaan utamanya: Adaro Minerals Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 31,6× kapitalisasi pasar Jaya Agra Wattie Tbk, dan Adaro Minerals Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (12,07 jt vs 874 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ADMRJAWA
Kapitalisasi Pasar
57,85 T1,83 T
Volume
12,07 jt874 rb
Lot
120,73 rb8,74 rb
Perputaran
16,81 M97,14 jt
Harga Rata-rata
1.392,51111,14
Nilai Transaksi
16,81 M97,14 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.385110
Volume Ekuilibrium Indikatif
3,47 rb241

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ADMR
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Adaro Minerals Indonesia Tbk

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (the Company) formerly PT Jasapower Indonesia was established in the Republic of Indonesia on 25 September 2007 based on Notarial deed No. 9 of Dwi Yulianti, S.H. The Company is a company under the auspices of PT Adaro Energy Tbk.

Selengkapnya di halaman ADMR

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA