Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Polychem Indonesia Tbk (ADMG) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Polychem Indonesia Tbk
Wilton Makmur Indonesia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Polychem Indonesia Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Polychem Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp198 (kapitalisasi pasar 773,95 M, volume 24 jam 170,4 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp61 (kapitalisasi pasar 885,64 M, volume 24 jam 189,73 jt). Perbedaan utamanya: Polychem Indonesia Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (189,73 jt vs 170,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ADMGSQMI
Kapitalisasi Pasar
773,95 M885,64 M
Volume
170,4 rb189,73 jt
Lot
1,7 rb1,9 jt
Perputaran
33,67 jt13,54 M
Harga Rata-rata
197,6171,36
Nilai Transaksi
33,67 jt13,54 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
19861
Volume Ekuilibrium Indikatif
509,18 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

SQMI
Lihat detail

Tentang Polychem Indonesia Tbk

PT Polycem Indonesia Tbk formerly PT. Andayani Megah was founded in 1968 in Jakarta. The Company started to develop its factory in 1989 at the Gajah Tunggal Industrial Estate, Tangerang. This Company has technically supported by Yokohama Rubber Ltd. and PT. Gajah Tunggal Company.

Selengkapnya di halaman ADMG

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI