Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Polychem Indonesia Tbk (ADMG) vs Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP)

Polychem Indonesia Tbk
Asuransi Harta Aman Pratama Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Polychem Indonesia Tbk dan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk: Polychem Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp198 (kapitalisasi pasar 773,95 M, volume 24 jam 170,4 rb), sedangkan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk diperdagangkan di Rp91 (kapitalisasi pasar 455,7 M, volume 24 jam 13,89 jt). Perbedaan utamanya: Polychem Indonesia Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk lebih aktif diperdagangkan (13,89 jt vs 170,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ADMGAHAP
Kapitalisasi Pasar
773,95 M455,7 M
Volume
170,4 rb13,89 jt
Lot
1,7 rb138,93 rb
Perputaran
33,67 jt1,27 M
Harga Rata-rata
197,6191,55
Nilai Transaksi
33,67 jt1,27 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
19891
Volume Ekuilibrium Indikatif
501,25 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AHAP
Lihat detail

Tentang Polychem Indonesia Tbk

PT Polycem Indonesia Tbk formerly PT. Andayani Megah was founded in 1968 in Jakarta. The Company started to develop its factory in 1989 at the Gajah Tunggal Industrial Estate, Tangerang. This Company has technically supported by Yokohama Rubber Ltd. and PT. Gajah Tunggal Company.

Selengkapnya di halaman ADMG

Tentang Asuransi Harta Aman Pratama Tbk

PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk was established on May 28, 1982 and was approved by the Minister of Justice under decree No. C2-1325.HT.01.01.tH.82 dated September 21, 1982. Then on February 11, 1983 the Company was approved by the Ministry of Finance of The Republic of Indonesia No. 633/MD/1983. The Company’s founders sold their share of stock to local and foreign investors and now its ownership of the stocks spread almost equally to a lot of people and the biggest shareholders is 12%; thus, there are no single majority shareholders in the Company.

Selengkapnya di halaman AHAP