Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Akasha Wira International Tbk (ADES) vs Surya Biru Murni Acetylene Tbk. (SBMA)

Akasha Wira International Tbk
Surya Biru Murni Acetylene Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Akasha Wira International Tbk dan Surya Biru Murni Acetylene Tbk.: Akasha Wira International Tbk diperdagangkan di Rp35.000 (kapitalisasi pasar 19,72 T, volume 24 jam 156,4 rb), sedangkan Surya Biru Murni Acetylene Tbk. diperdagangkan di Rp109 (kapitalisasi pasar 102,29 M, volume 24 jam 248,8 rb). Perbedaan utamanya: Akasha Wira International Tbk jauh lebih besar — sekitar 192,8× kapitalisasi pasar Surya Biru Murni Acetylene Tbk., dan Surya Biru Murni Acetylene Tbk. lebih aktif diperdagangkan (248,8 rb vs 156,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ADESSBMA
Kapitalisasi Pasar
19,72 T102,29 M
Volume
156,4 rb248,8 rb
Lot
1,56 rb2,49 rb
Perputaran
5,38 M26,72 jt
Harga Rata-rata
34.392,5107,41
Nilai Transaksi
5,38 M26,72 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
35.000110
Volume Ekuilibrium Indikatif
571,3 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ADES
Lihat detail
SBMA
Lihat detail

Tentang Akasha Wira International Tbk

PT. Akasha Wira International Tbk (The Company) was established under the name of PT Alfindo Putrasetia on March 6, 1985. The Company's name has been changed several times, the most recent one in 2010, when its name was changed to PT Akasha Wira International Tbk. PT Alfindo Putrasetia Tbk is a producer of drinking water under Ades and VicA brands.

Selengkapnya di halaman ADES

Tentang Surya Biru Murni Acetylene Tbk.

PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (the Company) was established in Balikpapan based on Notarial Deed No. 57 of Mohamad Rasjid Umar, S.H., dated October 25, 1980. The Company started its commercial operations in 1982.

Selengkapnya di halaman SBMA