Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Akasha Wira International Tbk (ADES) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Akasha Wira International TbkTrading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Akasha Wira International Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Akasha Wira International Tbk diperdagangkan di Rp32.850 (kapitalisasi pasar 19,41 T, volume 24 jam 8,5 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp131 (kapitalisasi pasar 2,11 T, volume 24 jam 662,4 rb). Perbedaan utamanya: Akasha Wira International Tbk jauh lebih besar — sekitar 9,2× kapitalisasi pasar Jaya Agra Wattie Tbk, dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (662,4 rb vs 8,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ADESJAWA
Kapitalisasi Pasar
19,41 T2,11 T
Volume
8,5 rb662,4 rb
Lot
856,62 rb
Perputaran
279,4 jt86,17 jt
Harga Rata-rata
32.870130,09
Nilai Transaksi
279,4 jt86,17 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
32.850131
Volume Ekuilibrium Indikatif
189

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ADES
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Akasha Wira International Tbk

PT. Akasha Wira International Tbk (The Company) was established under the name of PT Alfindo Putrasetia on March 6, 1985. The Company's name has been changed several times, the most recent one in 2010, when its name was changed to PT Akasha Wira International Tbk. PT Alfindo Putrasetia Tbk is a producer of drinking water under Ades and VicA brands.

Selengkapnya di halaman ADES

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA