Perbedaan Across Protocol dan ZeroLend: Across Protocol diperdagangkan di Rp727,62 (kapitalisasi pasar Rp505,3M, volume 24 jam Rp188,8M), sedangkan ZeroLend diperdagangkan di Rp0,1389 (kapitalisasi pasar Rp9,92M, volume 24 jam Rp2,19M). Perbedaan utamanya: Across Protocol jauh lebih besar — sekitar 50,9× kapitalisasi pasar ZeroLend, dan suplai beredar Across Protocol 716,5M / 1B ACX (72%) dibanding 54,9B / 100B ZERO (55%) milik ZeroLend. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Across Protocol selama 57 Hari dan ZeroLend selama 27 Hari.
| ACX | ZERO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp505,3M | Rp9,92M |
Volume (24h) | Rp188,8M | Rp2,19M |
Suplai yang Beredar | 716,5M / 1B ACX (72%) | 54,9B / 100B ZERO (55%) |
Typical Hold Time | 57 Hari | 27 Hari |
Across (ACX) adalah bridge token multi-chain yang diamankan oleh oracle UMA. Dirancang untuk efisiensi modal, ACX menghadirkan satu kesatuan pool likuiditas, pilihan relayer yang kompetitif, dan model biaya tanpa slippage. Karena oracle-nya memverifikasi transfer secara maksimal, ACX dapat memproses transfer multi-chain dengan cepat.
Selengkapnya di halaman ACX →ZeroLend adalah platform pinjam-meminjam aset digital terdesentralisasi yang mengubah lanskap peminjaman dan peminjaman aset digital. Beroperasi di berbagai chain, termasuk zkSync dan Manta Network, ZeroLend memanfaatkan protokol Layer 2 untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi. Token tata kelola dan utilitas asli platform, ZERO, memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam tata kelola dan staking.
Selengkapnya di halaman ZERO →