Perbedaan Across Protocol dan Qtum: Across Protocol diperdagangkan di Rp731,74 (kapitalisasi pasar Rp505,3M, volume 24 jam Rp188,8M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp12.005 (kapitalisasi pasar Rp1,27T, volume 24 jam Rp71,94M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Across Protocol , dan suplai beredar Across Protocol 716,5M / 1B ACX (72%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Across Protocol selama 57 Hari dan Qtum selama 69 Hari.
| ACX | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp505,3M | Rp1,27T |
Volume (24h) | Rp188,8M | Rp71,94M |
Suplai yang Beredar | 716,5M / 1B ACX (72%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 57 Hari | 69 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Across Protocol (ACX) saat ini diperdagangkan pada Rp728,43 dengan sinyal teknis bearish yang kuat, di mana 15 indikator memberikan sinyal jual dan hanya 3 yang menyarankan beli. Token ini berada di zona support kritis dengan RSI_6 menunjukkan kondisi oversold di level 24.05. Market cap mencapai Rp505,3 juta dengan 72% dari total supply 1 juta ACX sudah beredar.
Outlook keseluruhan bearish dengan risiko tinggi akibat tekanan jual yang dominan. Peluang muncul dari kondisi oversold RSI jangka pendek, namun investor harus waspada terhadap volatilitas tinggi dan kurangnya momentum positif. Support kritis di Rp578 menjadi level penentu untuk pergerakan selanjutnya.
QTUM saat ini diperdagangkan pada Rp11.827 dengan kapitalisasi pasar Rp1,26 triliun, menunjukkan sinyal teknis bullish meski rata-rata bergerak masih bearish. Token ini mendekati level resistance kunci di Rp12.197 dengan sirkulasi supply mencapai 99%. Tren jangka pendek menunjukkan momentum positif didukung volume trading yang stabil, sementara fundamental jaringan terus berkembang dengan adopsi ekosistem blockchain QTUM.
Outlook keseluruhan positif dengan peluang kenaikan menuju resistance Rp12.483, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi khas crypto dan potensi koreksi jika gagal menembus level resistance. Risiko utama termasuk tekanan regulator dan likuiditas terbatas di pasar IDR.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Across (ACX) adalah bridge token multi-chain yang diamankan oleh oracle UMA. Dirancang untuk efisiensi modal, ACX menghadirkan satu kesatuan pool likuiditas, pilihan relayer yang kompetitif, dan model biaya tanpa slippage. Karena oracle-nya memverifikasi transfer secara maksimal, ACX dapat memproses transfer multi-chain dengan cepat.
Selengkapnya di halaman ACX →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →