Perbedaan Across Protocol dan Port3 Network: Across Protocol diperdagangkan di Rp748 (kapitalisasi pasar Rp505,3M, volume 24 jam Rp188,8M), sedangkan Port3 Network diperdagangkan di Rp23,63 (kapitalisasi pasar Rp15,67M, volume 24 jam Rp28,22M). Perbedaan utamanya: Across Protocol jauh lebih besar — sekitar 32,2× kapitalisasi pasar Port3 Network, dan suplai beredar Across Protocol 716,5M / 1B ACX (72%) dibanding 692,9M / 1B PORT3 (70%) milik Port3 Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Across Protocol selama 57 Hari dan Port3 Network selama 10 Hari.
| ACX | PORT3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp505,3M | Rp15,67M |
Volume (24h) | Rp188,8M | Rp28,22M |
Suplai yang Beredar | 716,5M / 1B ACX (72%) | 692,9M / 1B PORT3 (70%) |
Typical Hold Time | 57 Hari | 10 Hari |
Across (ACX) adalah bridge token multi-chain yang diamankan oleh oracle UMA. Dirancang untuk efisiensi modal, ACX menghadirkan satu kesatuan pool likuiditas, pilihan relayer yang kompetitif, dan model biaya tanpa slippage. Karena oracle-nya memverifikasi transfer secara maksimal, ACX dapat memproses transfer multi-chain dengan cepat.
Selengkapnya di halaman ACX →Port3 Network adalah platform Web3 serbaguna yang berfokus pada input dan output data sosial. Platform ini menggabungkan berbagai komponen dan inisiatif untuk mentransformasi jaringan data terdesentralisasi. Inti dari Port3 Network adalah penggunaan AI untuk mengindeks dan menstandarkan data, membangun AI Data Layer yang kuat sebagai fondasi aplikasi Web3. Jaringan data AI terdesentralisasi ini mengumpulkan dan menstandarkan informasi untuk layanan AI dan strategi cerdas, menjadikannya bagian penting bagi proyek-proyek berbasis blockchain.
Selengkapnya di halaman PORT3 →