Perbedaan Across Protocol dan IOTA: Across Protocol diperdagangkan di Rp740,72 (kapitalisasi pasar Rp505,3M, volume 24 jam Rp188,8M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp601,08 (kapitalisasi pasar Rp2,76T, volume 24 jam Rp106,88M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 5,5× kapitalisasi pasar Across Protocol , dan suplai Across Protocol dibatasi (716,5M / 1B ACX (72%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Across Protocol selama 57 Hari dan IOTA selama 49 Hari.
| ACX | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp505,3M | Rp2,76T |
Volume (24h) | Rp188,8M | Rp106,88M |
Suplai yang Beredar | 716,5M / 1B ACX (72%) | 4,6B MIOTA |
Typical Hold Time | 57 Hari | 49 Hari |
Across (ACX) adalah bridge token multi-chain yang diamankan oleh oracle UMA. Dirancang untuk efisiensi modal, ACX menghadirkan satu kesatuan pool likuiditas, pilihan relayer yang kompetitif, dan model biaya tanpa slippage. Karena oracle-nya memverifikasi transfer secara maksimal, ACX dapat memproses transfer multi-chain dengan cepat.
Selengkapnya di halaman ACX →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →