Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Across Protocol dan Chainlink: Across Protocol diperdagangkan di Rp738,55 (kapitalisasi pasar Rp520,79M, volume 24 jam Rp24,35M), sedangkan Chainlink diperdagangkan di Rp136.914 (kapitalisasi pasar Rp99,56T, volume 24 jam Rp4,16T). Perbedaan utamanya: Chainlink jauh lebih besar — sekitar 191,2× kapitalisasi pasar Across Protocol , dan suplai beredar Across Protocol 704,7M / 1B ACX (71%) dibanding 727,1M / 1B LINK (73%) milik Chainlink. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Across Protocol selama 54 Hari dan Chainlink selama 61 Hari.
| ACX | LINK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp520,79M | Rp99,56T |
Volume (24h) | Rp24,35M | Rp4,16T |
Suplai yang Beredar | 704,7M / 1B ACX (71%) | 727,1M / 1B LINK (73%) |
Typical Hold Time | 54 Hari | 61 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Across Protocol (ACX) saat ini diperdagangkan di Rp741,83 dengan sinyal teknis bearish dari rata-rata bergerak, meskipun osilator netral. Token berada dekat dengan titik pivot Rp746, dengan support kuat di Rp706. Kapitalisasi pasar Rp522,31 juta mencerminkan peredaran 71% dari total supply 1 juta ACX. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan akhir-akhir ini.
Outlook keseluruhan bearish dalam jangka pendek karena tekanan jual teknis, namun posisi RSI netral memberi ruang untuk konsolidasi. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Investor harus memantau pergerakan harga di sekitar level support kunci untuk konfirmasi tren.
Chainlink (LINK) saat ini diperdagangkan di Rp136.242 dengan kapitalisasi pasar Rp99,05 triliun, menunjukkan sinyal teknis bearish jangka pendek berdasarkan moving averages namun dengan osilator netral. Token ini berada di zona support kritis dengan RSI_6 menunjukkan kondisi overbought. Berita positif datang dari mantan eksekutif Chainlink yang bergabung dengan SEC Crypto Task Force, meningkatkan ekspektasi regulasi yang lebih baik. Sirkulasi token mencapai 73% dari total supply 1 juta LINK dengan rata-rata hold time 61 hari.
Outlook: Potensi rebound didukung peran Chainlink sebagai oracle terdepan di DeFi, namun risiko bearish teknikal dan volatilitas tinggi perlu diwaspadai. Peluang utama terletak pada adopsi oracle yang semakin luas, sementara risiko termasuk tekanan jual teknikal dan ketidakpastian regulasi crypto secara global.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Across (ACX) adalah bridge token multi-chain yang diamankan oleh oracle UMA. Dirancang untuk efisiensi modal, ACX menghadirkan satu kesatuan pool likuiditas, pilihan relayer yang kompetitif, dan model biaya tanpa slippage. Karena oracle-nya memverifikasi transfer secara maksimal, ACX dapat memproses transfer multi-chain dengan cepat.
Selengkapnya di halaman ACX →Dicipatakan pada tahun 2017 oleh Sergey Nazarov, Chainlink adalah lapisan abstraksi blockchain yang memungkinkan kontrak pintar terhubung secara universal. Melalui jaringan oracle terdesentralisasi, Chainlink memungkinkan blockchain untuk berinteraksi secara aman dengan umpan data eksternal, peristiwa dan metode pembayaran, memberikan informasi off-chain penting yang dibutuhkan oleh kontrak pintar yang kompleks untuk menjadi bentuk dominan dari perjanjian digital.
Selengkapnya di halaman LINK →