Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Across Protocol dan Artificial Superintelligence Alliance: Across Protocol diperdagangkan di Rp752,09 (kapitalisasi pasar Rp525,56M, volume 24 jam Rp27,22M), sedangkan Artificial Superintelligence Alliance diperdagangkan di Rp2.856 (kapitalisasi pasar Rp6,48T, volume 24 jam Rp2,74T). Perbedaan utamanya: Artificial Superintelligence Alliance jauh lebih besar — sekitar 12,3× kapitalisasi pasar Across Protocol , dan suplai beredar Across Protocol 704,7M / 1B ACX (71%) dibanding 2,2B / 2,7B FET (83%) milik Artificial Superintelligence Alliance. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Across Protocol selama 54 Hari dan Artificial Superintelligence Alliance selama 59 Hari.
| ACX | FET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp525,56M | Rp6,48T |
Volume (24h) | Rp27,22M | Rp2,74T |
Suplai yang Beredar | 704,7M / 1B ACX (71%) | 2,2B / 2,7B FET (83%) |
Typical Hold Time | 54 Hari | 59 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Across Protocol (ACX) saat ini diperdagangkan di Rp741,83 dengan sinyal teknis bearish dari rata-rata bergerak, meskipun osilator netral. Token berada dekat dengan titik pivot Rp746, dengan support kuat di Rp706. Kapitalisasi pasar Rp522,31 juta mencerminkan peredaran 71% dari total supply 1 juta ACX. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan akhir-akhir ini.
Outlook keseluruhan bearish dalam jangka pendek karena tekanan jual teknis, namun posisi RSI netral memberi ruang untuk konsolidasi. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Investor harus memantau pergerakan harga di sekitar level support kunci untuk konfirmasi tren.
Token FET saat ini diperdagangkan pada Rp2.912, menunjukkan sinyal teknis bearish dengan tekanan jual dominan dari rata-rata bergerak dan osilator. Posisi harga berada di antara support S1 (Rp2.877) dan pivot point (Rp2.993), mencerminkan volatilitas tinggi dalam ekosistem kripto. Sirkulasi token mencapai 83% dari suplai maksimum 2,7 juta FET, dengan waktu hold rata-rata 59 hari yang mengindikasikan holding jangka menengah oleh investor.
Outlook keseluruhan bearish dalam jangka pendek dengan risiko koreksi lebih lanjut, namun fundamental jaringan yang stabil memberikan dasar untuk pemulihan. Peluang utama terletak pada rebound dari level support kunci, sementara risiko termasuk volatilitas ekstrem dan tekanan jual institusional. Investor harus memantau ketat level Rp2.704 (S3) sebagai zona kritis.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Across (ACX) adalah bridge token multi-chain yang diamankan oleh oracle UMA. Dirancang untuk efisiensi modal, ACX menghadirkan satu kesatuan pool likuiditas, pilihan relayer yang kompetitif, dan model biaya tanpa slippage. Karena oracle-nya memverifikasi transfer secara maksimal, ACX dapat memproses transfer multi-chain dengan cepat.
Selengkapnya di halaman ACX →Fetch.AI adalah laboratorium kecerdasan buatan (AI) yang membangun jaringan pembelajaran mesin terbuka, tanpa izin, dan terdesentralisasi dengan ekonomi kripto. Fetch.ai mendemokratisasi akses ke teknologi AI dengan jaringan trustless yang memungkinkan siapa saja dapat terhubung dan mengakses dataset yang aman dengan menggunakan AI otonom untuk menjalankan tugas-tugas yang memanfaatkan jaringan data globalnya.
Selengkapnya di halaman FET →