Perbedaan Across Protocol dan Boba Network: Across Protocol diperdagangkan di Rp750,86 (kapitalisasi pasar Rp505,3M, volume 24 jam Rp188,8M), sedangkan Boba Network diperdagangkan di Rp326,07 (kapitalisasi pasar Rp160,89M, volume 24 jam Rp10,77M). Perbedaan utamanya: Across Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Boba Network, dan suplai beredar Across Protocol 716,5M / 1B ACX (72%) dibanding 493,6M / 500M BOBA (99%) milik Boba Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Across Protocol selama 57 Hari dan Boba Network selama 11 Hari.
| ACX | BOBA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp505,3M | Rp160,89M |
Volume (24h) | Rp188,8M | Rp10,77M |
Suplai yang Beredar | 716,5M / 1B ACX (72%) | 493,6M / 500M BOBA (99%) |
Typical Hold Time | 57 Hari | 11 Hari |
Across (ACX) adalah bridge token multi-chain yang diamankan oleh oracle UMA. Dirancang untuk efisiensi modal, ACX menghadirkan satu kesatuan pool likuiditas, pilihan relayer yang kompetitif, dan model biaya tanpa slippage. Karena oracle-nya memverifikasi transfer secara maksimal, ACX dapat memproses transfer multi-chain dengan cepat.
Selengkapnya di halaman ACX →Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →