Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Anoma: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp160,4 (kapitalisasi pasar Rp152M, volume 24 jam Rp887,68M), sedangkan Anoma diperdagangkan di Rp194,57 (kapitalisasi pasar Rp490,14M, volume 24 jam Rp100,63M). Perbedaan utamanya: Anoma jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Act I : The AI Prophecy, dan suplai Anoma dibatasi (2,5B / 10B XAN (25%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Anoma selama 4 Hari.
| ACT | XAN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp152M | Rp490,14M |
Volume (24h) | Rp887,68M | Rp100,63M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 2,5B / 10B XAN (25%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 4 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
Anoma menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp195.09 dan market cap Rp487,28 juta. Token ini memiliki sirkulasi 25% dari total supply 10 juta XAN dengan rata-rata hold time 4 hari. Moving averages memberikan sinyal bullish kuat (11 buy vs 2 sell), sementara osilator netral. Support terdekat di Rp189 dan resistance di Rp202.
Outlook positif didukung momentum teknis, namun perlu waspada volatilitas tinggi khas crypto. Peluang ada di breakout di atas resistance Rp202, sementara risiko utama adalah likuiditas terbatas dengan market cap kecil dan ketergantungan pada sentimen pasar crypto secara keseluruhan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Anoma adalah sistem operasi terdesentralisasi yang memungkinkan pengembang membangun satu aplikasi yang dapat berjalan di berbagai blockchain. Arsitektur intent-centric-nya menyederhanakan kompleksitas infrastruktur, meningkatkan efisiensi pengembangan dan pengalaman pengguna. Anoma mendukung lapisan aplikasi terpadu yang membawa fungsi Web3 lebih dekat dengan kualitas pengalaman Web2.
Selengkapnya di halaman XAN →